TVRINews – Kabupaten Banjar
Koperasi terus diperkuat agar tidak hanya berperan sebagai soko guru ekonomi tradisional, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang adaptif dan modern. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pelatihan bagi pengurus dan pengawas koperasi se-Kalimantan Selatan, Selasa, 19 Mei 2026
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut dipusatkan di Balai Pelatihan Koperasi Kilometer 17, Kabupaten Banjar, dan berlangsung selama empat hari. Program ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel, Rahmaddin MY, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar koperasi di daerah mampu bersaing di era digital. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-pengurus dalam membangun koperasi yang lebih inovatif.
“Kami ingin teman-teman pengurus dan pengawas koperasi bisa saling berkomunikasi, berkoordinasi, berkolerasi, dan berkontribusi bersama angkatannya. Ini menjadi wadah belajar bersama untuk mewujudkan koperasi yang modern serta mendorong UMKM naik kelas,” ujar Rahmaddin.
Pelatihan ini menitikberatkan pada peningkatan tata kelola koperasi yang lebih akuntabel. Pemerintah daerah menilai bahwa lemahnya sistem pengawasan selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan koperasi di daerah.
Sejumlah materi utama yang diberikan dalam pelatihan tersebut meliputi digitalisasi pencatatan keuangan untuk meningkatkan transparansi, standarisasi mekanisme pelaporan tahunan, serta penguatan teknik pengawasan internal guna menjaga stabilitas keuangan koperasi.
Melalui peningkatan kompetensi ini, Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel berharap koperasi dapat dikelola lebih profesional, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan anggota sekaligus memperluas aktivitas usaha di sektor produktif.
Dengan demikian, koperasi diharapkan dapat menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.










