TVRINews, Kalimantan Selatan
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax hingga sekitar 32 persen di Kalimantan Selatan tidak berdampak signifikan terhadap antrean BBM bersubsidi di Kabupaten Tapin.
Berdasarkan pantauan di SPBU Dulang, Kabupaten Tapin, antrean kendaraan untuk pengisian Pertalite masih terpantau normal. Jumlah kendaraan yang mengantre hanya belasan unit, baik roda dua maupun roda empat.
Setiap harinya, SPBU Dulang menerima pasokan Pertalite dan Biosolar masing-masing sebanyak 8.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski kondisi tetap terkendali, pihak SPBU terus menerapkan aturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku. Pengguna kendaraan roda empat diwajibkan menggunakan barcode dan data kendaraan harus sesuai dengan yang terdaftar. Sementara untuk kendaraan roda dua, penyaluran dilakukan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan.
Kepala Shift SPBU Dulang, Alan, mengatakan kenaikan harga Pertamax belum memengaruhi pola konsumsi masyarakat secara signifikan. Antrean Pertalite maupun permintaan Pertamax masih berada pada kondisi normal.
“Dalam sehari biasanya kami menerima 8.000 liter Pertalite. Untuk lonjakan antrean tidak terlalu berpengaruh karena Pertalite memang selalu ramai di SPBU mana pun. Sedangkan untuk Pertamax, permintaannya masih normal, tidak ada peningkatan maupun penurunan yang signifikan,” ujar Alan, Rabu, 10 Juni 2026.
Sementara itu, Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying menyusul penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Pasokan dan ketersediaan BBM di Kabupaten Tapin dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertamina juga memastikan distribusi BBM di wilayah Kalimantan Selatan berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok bahan bakar.










