TVRINews, Banjarbaru
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mempercepat pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Hingga saat ini, progres pekerjaan di dua sisi jembatan masih berada di atas target, dengan sasaran mencapai sekitar 30 persen pada akhir 2026.
Pembangunan jembatan yang menjadi proyek strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah pusat ini terus digenjot sebagai akses konektivitas antarwilayah. Keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Kepala Seksi Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Yudha Aditya, mengatakan jembatan sepanjang sekitar 3,75 kilometer tersebut dibangun dengan tipe cable stayed.
Struktur jembatan pendekat menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sementara bentang utama sepanjang 500 meter ditangani Kementerian Pekerjaan Umum.
Sejauh ini, pembangunan jembatan dilaksanakan dari dua sisi, yakni wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Pekerjaan di kedua sisi terus berjalan dengan progres yang masih berada di atas target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Pulau Laut pada 2026 ditargetkan mencapai 30 persen, kemudian dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga rampung pada 2028.

Yudha menjelaskan, progres pembangunan di sisi Batulicin dan Kotabaru saat ini berada di atas target.
“Untuk posisi di sisi Batulicin, realisasinya 9,73 persen dari rencana 5,39 persen, sehingga deviasi positif 4,34 persen. Untuk di sisi Kotabaru, realisasinya 5,36 persen dari perencanaan 3,04 persen, sehingga deviasi positif 2,32 persen,” jelas Yudha, Jumat, 28 Agustus 2026.
Yudha menambahkan, pembangunan Jembatan Pulau Laut tidak hanya diharapkan mempermudah akses masyarakat antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut, tetapi juga memperkuat akses logistik, mempercepat mobilitas orang dan barang, serta membuka peluang investasi dan pengembangan potensi ekonomi di kawasan sekitarnya.
Dengan progres pekerjaan yang terus menunjukkan hasil positif, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut dapat berjalan sesuai target dan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi.










