TVRINews, Banjarmasin
Keberadaan ikan sapu-sapu kembali menjadi perhatian publik setelah viral di sejumlah sungai di Jakarta. Kini, spesies invasif tersebut juga dilaporkan semakin banyak ditemukan di perairan Sungai Kota Banjarmasin.
Peningkatan populasinya menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para pencari ikan tradisional. Ikan sapu-sapu dikenal memiliki daya adaptasi tinggi dan mampu berkembang biak dengan cepat di lingkungan perairan sungai.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, karena ikan tersebut memakan lumut, telur ikan, serta berpotensi menggeser habitat ikan lokal yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.
Selain berdampak pada populasi ikan asli, keberadaan sapu-sapu juga dinilai dapat menurunkan keanekaragaman hayati di sungai. Jika tidak dikendalikan, penyebarannya berpotensi semakin meluas dan sulit dibendung dalam jangka panjang.
Salah satu pencari ikan di Banjarmasin, Misian, mengaku hampir setiap hari menjumpai ikan sapu-sapu dalam jumlah cukup besar saat menjala di Sungai Martapura. Bahkan, hasil tangkapannya kerap didominasi oleh spesies tersebut dibandingkan ikan lokal.

(Foto: Pencari ikan di Banjarmasin, Misian)
“Setiap kali menjala, ikan sapu-sapu selalu banyak. Ikan lokal jadi berkurang. Di sini sudah lama ada dan jumlahnya memang banyak, bisa sampai sepikul kalau lagi banyak,” ujar Misian, Rabu, 13 Mei 2026
Ia menambahkan, ukuran ikan sapu-sapu yang ditangkap pun cukup besar, sebagian bahkan mencapai sekitar satu kilogram per ekor. Namun, ikan tersebut umumnya tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang.
Misian juga menjelaskan bahwa para pencari ikan tradisional di Sungai Martapura belum memiliki pengetahuan maupun metode pengolahan yang tepat untuk memanfaatkan ikan sapu-sapu, sehingga ketika tertangkap biasanya langsung dilepaskan atau dibuang.










