TVRINews, Banjarbaru
Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengalami penurunan seiring membaiknya kondisi cuaca dan berkurangnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Ani Rusmila, mengatakan jumlah kasus ISPA pada pekan ini tercatat sebanyak 947 kasus. Angka tersebut menurun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 1.210 kasus.
Penurunan kasus ISPA ini terjadi setelah hujan mengguyur wilayah Banjarbaru pada pekan sebelumnya. Curah hujan dinilai membantu mengurangi kabut asap yang selama ini berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
"Alhamdulillah, sejak minggu kemarin curah hujan sudah cukup lumayan dan mampu mengurangi asap. Berdasarkan pemantauan kewaspadaan kami, kasus ISPA sudah jauh menurun menjadi 947 kasus. Kami berharap mudah-mudahan jumlahnya semakin menurun seiring dengan hujan yang mulai turun," jelas Ani Rusmila, Sabtu, 7 November 2026.
Meski tren kasus ISPA menunjukkan penurunan, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit. Terlebih, menjelang pergantian musim, sejumlah penyakit masih berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan berharap kondisi cuaca yang semakin membaik dapat terus menekan kasus ISPA di Banjarbaru, sekaligus mengurangi dampak kabut asap karhutla terhadap kesehatan warga.










