TVRINews, Kalimantan Selatan
Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus diperkuat. Ratusan relawan bersama petugas dikerahkan untuk mengantisipasi kembali munculnya titik api di sejumlah wilayah rawan.
Sebanyak 585 relawan saat ini dilibatkan dalam penanganan karhutla. Selain itu, delapan posko pemantauan juga disiagakan untuk memantau perkembangan titik panas sekaligus mempercepat respons jika kembali ditemukan kebakaran. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, jumlah titik api di Banjarbaru kini turun signifikan dan tersisa empat titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru Zaini mengatakan hujan yang mengguyur sejumlah wilayah turut membantu menekan kemunculan titik api.
"Total luasan karhutla yang terjadi di Kota Banjarbaru sekitar 1.790,3 hektare. Namun, setelah hujan turun di sejumlah wilayah, termasuk Landasan Ulin dan Liang Anggang, jumlah titik api berdasarkan informasi BMKG kini tersisa empat titik," ujar Zaini, Kamis, 1 Oktober 2026.
Zaini menyebut penurunan tersebut cukup signifikan jika dibandingkan kondisi pada bulan sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tidak ingin lengah karena potensi kebakaran masih dapat terjadi, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering.
Petugas dan relawan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan serta penanganan apabila ditemukan titik api baru. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.
Sementara itu, masyarakat diminta ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Warga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan yang terdapat semak belukar dan lahan kering.
Dengan turunnya jumlah titik api setelah hujan, kondisi karhutla di Banjarbaru menunjukkan perkembangan positif. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan hingga potensi kebakaran benar-benar dapat ditekan.










