TVRINews, Kota Banjarmasin
Kalimantan Selatan didorong mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tidak hanya sebagai daerah penyangga, tetapi juga sebagai mitra strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Kalimantan.
Peluang tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi publik yang digelar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Kalimantan Post di General Building Student Activity Center ULM, Banjarmasin, Senin, 2 November 2026.
Diskusi bertajuk Membongkar Visi Nusantara Economic Superhub: Posisi Strategis Kalimantan Selatan itu diselenggarakan dalam rangka memperingati 500 tahun Kota Banjarmasin. Forum ini membahas potensi daerah dalam mendukung pembangunan IKN sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan yang berkelanjutan.
Sejumlah narasumber mengikuti diskusi secara daring, di antaranya Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga.
Dalam pemaparannya, Kalimantan Selatan dinilai memiliki potensi untuk menjalankan tiga peran penting, yaitu sebagai basis industri, pendukung ekspor nasional, dan pemasok kebutuhan ekonomi. Adapun pembangunan IKN dilaksanakan melalui lima tahap dengan penekanan pada pembangunan infrastruktur dasar dan pengembangan ekosistem ekonomi.
Rektor ULM, Iwan Aflanie, mengatakan peluang tersebut perlu diimbangi dengan pembenahan struktur ekonomi daerah. Menurutnya, ketergantungan Kalimantan Selatan terhadap sektor pertambangan dan sektor primer masih menjadi tantangan, terlebih dengan adanya ancaman kerusakan lingkungan.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, hingga media. ULM, kata dia, turut berkontribusi melalui pengembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan.
“Ketika terjadi kabut asap, kebakaran lahan, dan lainnya, dampaknya tidak hanya menjadi bencana ekologis, tetapi juga masalah kesehatan, ekonomi, bahkan politik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendorong hal tersebut. Kami yakin Kalimantan Selatan dapat memosisikan diri sebagai mitra strategis, bukan sekadar daerah penyangga ibu kota negara, tetapi menjadi mitra strategis,” jelas Iwan.
Diskusi publik ini diharapkan menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam pengembangan kawasan IKN. Sinergi pemerintah, perguruan tinggi, media, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting agar potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal.
Dengan demikian, keterlibatan Kalimantan Selatan dalam pembangunan IKN diharapkan turut mendorong pertumbuhan industri yang berdaya saing sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.









